Status FB Biking Ibu Polwan Launuru Minta Maaf Ka Rumah Duka Tawakal

oleh -1 views

AmbonVibes.com – Pasca ana nae-nae badang Arianto Tawakal (14) maninggal dunya, Ibu Polwan cantik Rahmi Dayanti Launuru ada biking tiga status facebook barturut-turut. Akang pung isi memang edukasi soal balap liar deng atorang dalang undang-undang.

Mar kaluarga korban, aktivis, deng netizen seng tarima bae. Maski Ibu Polwan Rahmi Dayanti Launuru seng singgung nama korban, mar banya orang marah deng anggap status itu seng hormat par ayah-ibu korban yang masih tapukol kahilangan ana sayang-sayang, tagal di bakalang konten edukasi, ada bageang-bageang yang tasimpir sindir orang tua dalang hal didik anana.

“Alangkah bagusnya dasar didikan rumah diperkuat. Bagusnya habis subuh tadarus, bukan balap liar. Balap liar oleh anak di bawah umur tidak dibenarkan sama sekali, baik dari sisi hukum maupun keselamatan. Tindakan ini melanggar UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 297, membahayakan nyawa pelaku dan orang lain, serta berpotensi menimbulkan tindak pidana lain. Pelaku terancam pidana kurangan atau denda, dan anak di bawah umur yang terlibat akan diproses melalui sistem peradilan anak,” demikian status yang ditulis di akun facebook Rahmi Dayanti Launuru.

Di kolom komentar, Rahmi ada baku balas deng seorang netizen. Ada bagian dari komentar itu yang manurut warga, talalu miring vonis korban su iko balap liar.

“… dengan adanya kejadian ini jadi pengalaman agar katong bisa saling kasih ingat katong anak, sodara bahkan orang terdekat, par jang terlibat balap liar bahkan untuk pi nonton saja seng menjamin katong keselamatan to….” tulis Rahmi.

Rahmi juga biking cerita teks. Ada ampa kalimat yang dia susun barturut-turut jadi satu rangkeang carita.

“(1) Menyalahkan yang benar itu pemikiran yang cacat dan dangkal; (2) Perlunya ilmu parenting dan olah pikir yang baik sejak dini dan sekarang baik anak-anak maupun orang dewasa agar pemikiran yang cacat dan dangkal itu tidak dipelihara; (3) #biarkanproseshukumberjalan; (4) At least beta seng pernah terlibat dalam balap liar baik jadi penonton atau balap liar tersebut karena beta orang tua didikan karas tau mana yang merugikan nyawa sendiri atau nyawa orang lain,” bagitu Rahmi bikin carita teks (Nomor dalam tanda kurung dibuat oleh redaksi, bukan penulis cerita teks)

Banya paskali reaksi netizen di Tual sampe luar Tual. Salah satu yang paleng lantang nama Istia Gani Renleew, saorang advokat parangpuang. Istia ambe tangkapan layar tiga postingan Rahmi lalu kase komentar.

“Bukannya jadi pengalaman par benahi kamong pu kinerja kedepan malah suruh masyarakat par ambe pelajaran. Ini sama sa kaya deng orang tuntut dong pu anak pu nyawa yang su melayang di tangan oknum aparat yang seng bertanggungjawab tapi malah dapa bilang ‘makanya didik anak supaya jang pi ikut balap liar’

Padahal balap liar itu jenis pelanggaran yang sekalipun kalau terbukti anak itu dia pelaku balap liar sanksinya itu kurungan dan denda bukan tindak di tempat atau pukul kasi mati,” tulis Istia.

Di bageang akhir, Istia ada tutu deng satu kalimat tajam. “… dan terakhir kalau sudah tidak punya empati, minimal diam Rahmi Dayanti Launuru”.

Istia masih tamba tulisan lai di kolom komentar. Sambil tulis nama Rahmi Dayanti Launuru, Istia ure lima hal. Partama, orang ada sementara berduka karena anak dapa bunuh di area balap liar ko tiba-tiba masuk deng nasehat didik anak jang pi balap liar. Cuma org goblok sa yang berpikir bahwa itu ko seng lagi kasi salah anak itu karena pi di area balap liar.

Kadua, segala bicara parenting tapi dari cara menyikapi orang pu kedukaan saja ko kaya orang yg tar pernah diajar orang tua.

Katiga, hanya karna ko anggota dan pelakunya ko pu rekan sesama anggota ko otomatis buta mata dan hati dalam melihat sesuatu yg su jelas-jelas salah. seng perlu hal ini dialami langsung oleh ko pu keluarga untuk bikin ko sadar kalo tindakan kaya begini tu SALAH.

Kaampa, ko pu postingan “at least..” “at least..” dan postingan lainnya itu paling arogan dan melukai hati keluarga korban. Baru pernah ada anggota sepongah dan searogan ko ini asli.

Kalima, minta maaf secara langsung dan terbuka ke keluarga korban atau postingan ini akan tetap seperti ini dan ko akan tetap jadi bahan rujakan org-orang selama kasus ini berjalan.

Tarnyata, Ibu Polwan Rahmi seng sibuk balas komentar netizen, kecuali postingan Istia.

“Beta status fb atau bahkan story fb buat sampai kakak sebagai kelurga korban tersinggung ini sebelumnya beta minta maaf ee kakak🙏🙏

Beta harap kakak bisa mengerti yang bt jelaskan kakak🙏
Beta sangat-sangat minta maaf dan berharap kakak bisa hapus status ini dan status lainnya agar situasi bahkan keluarga korban lainnya seng salah paham🙏 Jadi kakak tolong hapus status ini jua biar seng salah paham🙏

Seng cuma minta maaf malalui komentar di status Istia. Ibu Polwan Rahmi juga pi ka rumah duka di Mangon Mangga Dua. Rahmi datang malang hari waktu tahlilan baru abis. Dia seng pake pakeang dinas.

Dapa lia di siaran langsung facebook, ada orang banya mar Rahmi dudu baku tangada deng ayah korban Rijik Tawakal. Ibu korban Mirnawati seng kaliatan dudu sama-sama dong. Intinya, Rahmi minta maaf, lalu kaluarga jua su kase maaf.

Ibu Polwan Rahmi jua ada pung niat bae par minta maaf. Dia biking video durasi 1.01 menit lalu dia bagi sabage reels di facebook.

“Saya Rahmi Dayanti Lanuru, turut berduka cita dan berbelasungkawa atas kepulangan adik kita, saudara kita, keluarga kita, adik Rian, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” Rahmi buka deng kata-kata ini di video.

Rahmi ada bilang, dia biking video ini bukang tagal ada orang paksa ato tekanan dari manapun, malaengkang atas kasadaran sandiri. Abis itu baru dia minta maaf.

“Saya Rahmi menyampaikan permohonan yang sebesar-besarnya kepada orang tua korban, keluarga korban, dan pihak yang tersinggung atas status yang telah saya buat. Saya juga menyampaikan banyak terima kasih atas saran dan masukan yang diberikan kepada saya, saya menerima hal itu,” ucap Rahmi.

Parmintaan maaf Rahmi ini dapa respon positif dari Istia Gani Renleew. Istia biking status facebook sabage informasi par dia pung sirkel. Akang pung inti, dia minta netizen kase maaf lalu barenti hujat-hujat Rahmi lai.

“Ibu pol Rahmi Dayanti Launuru su pi minta maaf langsung e dan orang tua korban juga su memaafkan jadi diharapkan netizen juga bisa berlapang hati memaafkan dan ambil pelajaran banya-banya terkait ini bahwa mau masyarakat biasa ka, anggota ka, keluarga kerabat anggota ka punya rasa empati itu penting. Samua manusia pasti bikin salah, selama su mngakui,minta maaf dan mau belajar dari kesalahan maka berhak untuk dimaafkan (asal jang ulang lai sa hmm) dah intinya jang katong hujat dia lai doakan sa setelah kejadian ini bisa jadi aparat yang lebih baik,” bagitu Istia tulis akang. (opa/rrk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.