Ungkel Mafia Tambang di Anahoni, KNPI Curiga Gubernur Maluku Maso Anging

oleh -38 views

AmbonVibes.com – Ketua DPD KNPI Maluku Faisal Syarif Hayoto minta sikap pemerentah daerah deng kinerja Satgas Pertambangan Provinsi Maluku. Pasalnya, ada dugaan katarlibatan barbage pihak dalang aktivitas tambang di wilayah Anahoni–Kayeli.

Hayoto singgung nama perusahaan PT Wanshui Indo Mining yang ada biking aktivitas di kawasan itu.

Hayoto partanyakan sejumlah nama dalang proses kerja 10 koperasi yang klaim su pung Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tarmasuk sosok Helena Ismail yang ada di balik aktivitas itu.

“Sapa sabanarnya orang ini? Mangapa perusahaan mustu maso? Apakah dong ini masyarakat adat Pulau Buru? Sangat miris kalo Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terbukti masuk angin oleh oligarki,” tegas Hayoto dalang di pung katarangan.

Menurut Hayoto, pemerintah provinsi harus jelaskan sacara transparan dasar hukum dan skema pangelolaan tambang rakyat, tarmasuk katerlibatan pihak swasta dalang wilayah yang musti jadi prioritas par masyarakat lokal.

Hayoto bilang, bardasar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara deng akang pung parubahan, pemerentah daerah pung kawenangan siapkan regulasi turunan, tarmasuk Peraturan Daerah tentang Iuran Pertambangan Rakyat.

DIa manilai regulasi itu panting par kas nae pandapatan daerah, jaga stabilitas kaamanan, jamin kasalamatan kerja, deng cegah praktik panambangan ilegal yang biking rugi masyarakat.

“Mangapa balong ada produk legislatif itu? Apakah pemerintah daerah seng paham konstruksi regulasi?” ujarnya.

Salaeng itu, Hayoto juga soroti dugaan kalalaian aparat kaamanan takait video yang kas ia ampa unit ekskavator maso kawasan tambang, maski ada pos pangamanan.

“Sapa yang suruh? Sapa yang dalang? Apakah pemerentah dan aparat panagak hukum ada maeng?” katanya.

Hayoto tegaskan, Maluku pung potensi sumber daya mineral dan energi yang basar, mar msti kalola yang adil deng transparan par kasajahteraan masyarakat.

Dia mangajak masyarakat par aktif awasi aktivitas pertambangan di wilayah masing-masing, sakaligus kase paringatan karas par pemerentah daerah dan aparat penegak hukum.

“Kalo mafia tambang masih merajalela dan aparat serta pemerintah unju gejala mancurigakan, katong siap pimpin massa turung ka jalang,” tegas Hayoto. (Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.