Warga BTN Gadihu Desak Kepastian, Pemkot Ambon Siap Fasilitasi Penyelesaian

oleh -814 views

AmbonVibes.com — Warga terdampak longsor di kawasan BTN Gadihu Indah datangi Balai Kota Ambon untuk audiensi deng Wali Kota Bodewin M. Wattimena, Selasa (26/5/2026).

Pertemuan ini diikuti sekitar 52 kepala keluarga, didampingi tim kuasa hukum, untuk cari solusi atas bencana longsor yang su kasrusak puluhan rumah deng ancam keselamatan warga.

Dalam pertemuan itu, warga sampaikan berbagai persoalan mendesak, mulai dari penanganan darurat untuk 12 rumah rusak berat, sampe kejelasan tanggung jawab atas kajadiang longsor.

Selain itu, warga juga pertanyakan dong pung nasib terkait cicilan KPR di bank seperti Bank BRI dan Bank Mandiri, padahal kondisi rumah su seng layak huni.

Kuasa hukum warga, Abdul Safri Tuakia, ingatkan kalau situasi ini cukup darurat karena masih ada belasan rumah di zona rawan.

“Kalau longsor terjadi malam hari, ini bisa jadi tragedi kemanusiaan,” tegasnya.

Menanggapi itu, Wali Kota akui kalau Pemkot pernah keluarkan izin pengembangan kawasan tersebut. Tapi dia tegaskan, aspek keselamatan harusnya jadi prioritas utama dalam setiap pembangunan.

“Tidak boleh ada risiko longsor atau bencana lain dalam pembangunan perumahan,” tegasnya.

Dia juga bilang, tanggung jawab utama ada di pihak pengembang. Namun, Pemkot siap fasilitasi penyelesaian dengan pertemukan semua pihak terkait.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ambon, Ivonny Alexandra Wilhelmina Latuputty, ungkapkan kalau pengembang cuma kantongi izin IMB untuk 30 unit rumah. Faktanya, jumlah bangunan di lapangan melebihi izin tersebut.

Selain itu, beberapa syarat penting sejak 2019 juga disebut belum pernah dipenuhi oleh pengembang.

Melihat kondisi ini, warga desak Pemkot Ambon lakukan audit terhadap pengembang properti di kota ini, khususnya terkait legalitas dan kepatuhan aturan.

Mereka juga minta Wali Kota segera koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk percepat penanganan dan mitigasi di lokasi.

Audiensi ini jadi langkah awal warga perjuangkan hak dan keselamatan mereka, sekaligus tekan pemerintah dan pihak terkait supaya cepat ambil tindakan sebelum terjadi longsor susulan. (red/rm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.